Jumat, 14 Oktober 2016

Pengaruh internet terhadap perilaku remaja


  Di zaman modern ini, Indonesia mulai menganut budaya barat yaitu individualisme. Kebudayaan ini lambat laun membentuk karakter pada generasi bangsa untuk bersikap apatis dan kurangnya semangat gotong royong. Akibatnya ketika mereka dalam masalah mereka lebih sering menghabiskan waktunya sendiri dengan bermain atau mengunjungi internet.  Semua yang mereka butuhkan sudah tersedia di internet. Karena isinya yang luas dan melimpah internet bisa mendidik dan mengubah kehidupan para remaja. Internet mampu membentuk anutan nilai-nilai, gaya hidup, dan basis kesadaran para remaja. Para remaja bisa memlih informasi dan situs apa saja nyaris tanpa batas. Dalam istilahnya “tinggal nge-klik semua langsung ada”.1
        Di dunia maya para remaja bisa memilih apa saja termasuk dalam hal teman mereka lebih suka memilih teman dunia maya daripada di kehidupan nyata itu sendiri. Mereka beranggapan di dunia maya teman-temanya tidak akan membuatnya merasakan kecewa yang begitu mendalam sedangkan di kehidupan nyata banyak yang beranggapan bahwa dunia nyata hanya membuat sakit. Makanya para remaja sekarang menggunakan dunia maya sebagai pelarian dari kehidupan nyata yang membuatnya kurang nyaman.
         Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama usia remaja yang senantiasa bergaul denga mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis, internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon seluler yang memilki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui telepon seluler dimanapun kita berada, jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual internet atau yang biasa disebut dengan “warnet”, dengan adanya internet akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya mengembalikan tangan mengejapkan mata, banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di internet ini.
        Para remaja tidak luput dengan namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.
      Para pelajar yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal-hal yang aneh-aneh. Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya sebagian pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umunya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapat informasi.

      Hal ini dapat menjadi sebuah motivasi terhadap pelajar untuk tetap berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur generasi muda. Remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada di dekatnya. Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ie terbiasa lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih tahu daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena harus diperbudak oleh kemudahan dan kekayaan informasi dari internet tersebut.

1 M. Arief Hakih, Pesan – Pesan untuk Kaum Muda (Bogor: Regina,2007) hlm 19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar