Di zaman modern ini, Indonesia mulai
menganut budaya barat yaitu individualisme. Kebudayaan ini lambat laun
membentuk karakter pada generasi bangsa untuk bersikap apatis dan kurangnya
semangat gotong royong. Akibatnya ketika mereka dalam masalah mereka lebih
sering menghabiskan waktunya sendiri dengan bermain atau mengunjungi internet.
Semua yang mereka butuhkan sudah tersedia di internet. Karena isinya yang luas
dan melimpah internet bisa mendidik dan mengubah kehidupan para remaja.
Internet mampu membentuk anutan nilai-nilai, gaya hidup, dan basis kesadaran
para remaja. Para remaja bisa memlih informasi dan situs apa saja nyaris tanpa
batas. Dalam istilahnya “tinggal nge-klik semua langsung ada”.1
Di dunia maya para remaja bisa memilih apa
saja termasuk dalam hal teman mereka lebih suka memilih teman dunia maya
daripada di kehidupan nyata itu sendiri. Mereka beranggapan di dunia maya
teman-temanya tidak akan membuatnya merasakan kecewa yang begitu mendalam
sedangkan di kehidupan nyata banyak yang beranggapan bahwa dunia nyata hanya
membuat sakit. Makanya para remaja sekarang menggunakan dunia maya sebagai
pelarian dari kehidupan nyata yang membuatnya kurang nyaman.
Internet, kata yang tidak asing di telinga
setiap orang, terutama usia remaja yang senantiasa bergaul denga mewahnya dunia
yang berteknologi, mewah, dan praktis, internet bisa didapatkan dimanapun kita
berada, dengan bermodalkan telepon seluler yang memilki koneksi internet,
internet dapat diakses dengan mudahnya melalui telepon seluler dimanapun kita
berada, jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang
menjual internet atau yang biasa disebut dengan “warnet”, dengan adanya
internet akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada
didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya mengembalikan tangan
mengejapkan mata, banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana,
informasi mengenai apapun dapat kita temukan di internet ini.
Para remaja tidak luput dengan namanya
informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif
dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak
dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula
penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau
asusila.
Para pelajar yang baru mengenal internet
biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal-hal yang aneh-aneh.
Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video yang bersifat “asusila”
lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa kepribadian dari siswa itu sendiri,
sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses
pembelajaran di sekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang
demikian, hanya sebagian pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena
kurang memiliki tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada
umunya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapat
informasi.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivasi
terhadap pelajar untuk tetap berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai
penghancur generasi muda. Remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan
disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada di
dekatnya. Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap
terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ie terbiasa lebih mengetahui
tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih tahu daripada yang
lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang
negatif justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena harus diperbudak oleh
kemudahan dan kekayaan informasi dari internet tersebut.
1 M. Arief
Hakih, Pesan – Pesan untuk Kaum Muda (Bogor: Regina,2007) hlm 19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar