Allah SWT sebagai Tuhan yang maha Esa telah menciptakan
langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada didalamnya . Salah satu
ciptaan-Nya adalah manusia, yang telah diberikan keistimewaan yang luar biasa
seperti berpikir, yang tidak dipunyai oleh makhluk-makluk lain yang sama-sama
penghuni bumi ini. Kemampuan berpikir inilah yang diperintahkan Allah untuk dipergunakan
dengan sebaik-baiknya dalam mendalami sesuatu hal yang akan terjadi dan
khususnya hakikat dirinya.
Manusia berpikir tentang segala sesuatu yang tampak atau
tidak dapat ditangkap oleh panca indera bahkan abstrak sekalipun. Dari sejarah
kehidupan manusia ternyata tidak sedikit manusia yang berusaha untuk memikirkan wujud atau hakikat dirinya, meskipun sebenarnya masih lebih banyak yang tidak
perhatian untuk memikirkannya. Dalam firman Allah QS. Ar-rum ayat 30 mengandung
perintah agar manusia dalam mempergunakan pikirannya selalu dilandaskan pada
iman yang terarah pada agama Allah. Demikian pula dalam berpikir fundamental
tentang hakekat atau wujud dirinya.
Sebelumnya kita harus mengerti bagaimana arti hakekat
manusia itu sendiri. Hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu
sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Tetapi terdapat dua
sudut pandang yang dapat digunakan untuk memahami apa hakekat manusia itu,
yaitu dari pandangan umum dan pandangan agama Islam.
Hakekat manusia menurut
pandangan umum mempunyai arti bermacam-macam, karena tedapat berbagai ilmu dan
perspektif yang memaknai hakekat manusia itu sendiri. Seperti dalam perspektif
filsafat menyimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang berpikir karena
memiliki nalar intelektual. Dalam perspektif ekonomi mengatakan bahwa manusia
adalah makhluk ekonomi. Perspektif Sosiologi melihat bahwa manusia adalah
makhluk social yang sejak lahir hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia
lainnya. Sedangkan, perspektif antropologi berpendapat manusia adalah makhluk
antropologis yang mengalami perubahan dan evolusi. Dan dalam perspektif
psikologi, manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa.
Hakekat manusia menurut pandangan Islam:
a. Manusia adalah Makhluk
Ciptaan Allah SWT.
b. Kemandirian dan
Kebersamaan (Individualitas dan Sosialita).
c. Manusia
Merupakan Makhluk yang Terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar