Rabu, 12 Oktober 2016

Pada hakekatnya..


     Allah SWT sebagai Tuhan yang maha Esa telah menciptakan langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada didalamnya . Salah satu ciptaan-Nya adalah manusia, yang telah diberikan keistimewaan yang luar biasa seperti berpikir, yang tidak dipunyai oleh makhluk-makluk lain yang sama-sama penghuni bumi ini. Kemampuan berpikir inilah yang diperintahkan Allah untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya dalam mendalami sesuatu hal yang akan terjadi dan khususnya hakikat dirinya.
     Manusia berpikir tentang segala sesuatu yang tampak atau tidak dapat ditangkap oleh panca indera bahkan abstrak sekalipun. Dari sejarah kehidupan manusia ternyata tidak sedikit manusia yang berusaha untuk memikirkan wujud atau hakikat dirinya, meskipun sebenarnya masih lebih banyak yang tidak perhatian untuk memikirkannya. Dalam firman Allah QS. Ar-rum ayat 30 mengandung perintah agar manusia dalam mempergunakan pikirannya selalu dilandaskan pada iman yang terarah pada agama Allah. Demikian pula dalam berpikir fundamental tentang hakekat atau wujud dirinya.
     Sebelumnya kita harus mengerti bagaimana arti hakekat manusia itu sendiri. Hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Tetapi terdapat dua sudut pandang yang dapat digunakan untuk memahami apa hakekat manusia itu, yaitu dari pandangan umum dan pandangan agama Islam.
      Hakekat manusia menurut pandangan umum mempunyai arti bermacam-macam, karena tedapat berbagai ilmu dan perspektif yang memaknai hakekat manusia itu sendiri. Seperti dalam perspektif filsafat menyimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang berpikir karena memiliki nalar intelektual. Dalam perspektif ekonomi mengatakan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi. Perspektif Sosiologi melihat bahwa manusia adalah makhluk social yang sejak lahir hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia lainnya. Sedangkan, perspektif antropologi berpendapat manusia adalah makhluk antropologis yang mengalami perubahan dan evolusi. Dan dalam perspektif psikologi, manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa.
Hakekat manusia menurut pandangan Islam:
a.       Manusia adalah Makhluk Ciptaan Allah SWT.
b.      Kemandirian dan Kebersamaan (Individualitas dan Sosialita).
c.       Manusia Merupakan Makhluk yang Terbatas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar