Dalam Islam waktu adalah suatu hal yang penting, mengapa? dalam surat Al
‘Ashr ayat 1-3 Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ◌
اِنَّ الْاِ النْسَانَ لَفِي خُسْرٍ◌
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصّٰلِحٰتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَا صَوْا بِالصَّبْرِ ◌
Artinya :
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar – benar
dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan
nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi kesabaran.
Ayat di atasmenunjukan
betapa pentingnya memanfaatkan waktu . Selain itu dalam hadits
Nabi SAW. berpesan agar kita manfaatkan 5 masa/waktu : “Masa muda sebelum tua,
sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum
mati” (HR.Al-Baihaqi). Dalam aturan-aturan ibadah mahdoh seperti sholat, puasa,
zakat, dan haji terdapat penekanan waktu. Karena itu penting bagi
generasi saat ini untuk pandai-pandai dalam mengatur waktu. Pepatah Arab
mengatakan “ waktu bagaikan pedang” maksudnya orang yang tidak memanfaatkan
waktu dengan maksimal akan kecewa dan celaka bagaikan terpenggal oleh pedang
karena waktu yang telah berlalu tidak akan terulang.
Banyak cara untuk
mengatur waktu untuk generasi muda supaya lebih bermanfaat. Bahkan Rasulullah
dan sahabatnya telah mencontohkannya seperti:
1.
Rasulullah : Dalam
waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang.
Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap
fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau
seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara
seimbang!!
2.
Zaid bin Tsabit RA : Sanggup
menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya
sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
3.
Abu Hurairah : Masuk
Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan
5374 Hadits! (Subhanallah!)
4.
Anas bin Malik : Pelayan
rasulullah sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286
Hadits.
5.
Dan masih banyak lagi
Berdasarkan contoh diatas terbukti
jika kita dapat memanfaatkan waktu maka beruntunglah kita. Seperti pepatah arab
yang artinya “ waktu adalah emas”.
Ada banyak cara untuk generasi muda
saat ini dalam mengatur waktu. Berikut ini diantaranya:
1.
Membuat target dan
perencanaan
Tulislah
target jangka pendek dan jangka panjang, selalu manfaatkan waktu luang misalnya
saat dalam perjalanan selalu bawa buku atau/dan Al Quran. Pada saat perang
Khandaq, Rasulullah membuat strategi pembuatan Parit yang sangat terencana
sehingga bisa selesai tepat waktu.
2.
Mempersiapkan rencana
cadangan
Ingat!!!
Manusia hanya bisa merencanakan, dan mutlak Allah sajalah yang berhak untuk
menetukan. Ketika perang mu’tah, Rasulullah menunjuk 3 orang panglima perang
untuk bersiap-siap. Jika panglima pertama syahid maka akan digantikan panglima
kedua, dst.
3.
Program yang dibuat
dalam mencapai target harus realistis, terukur dan adil
Target boleh
melangit tapi program mesti membumi. Adil dalam artian tidak merugikan orang
lain. Saat perang Khandaq, umat islam yang jumlahnya hanya 3 ribu harus
mengalahkan pasukan romawi yang jumlahnya 10 ribu. Jika dipikir secara logika
mungkin hal itu hanyalah sebuah mimpi, namun dalam pelaksanaannya tetap membumi
yakni dengan strategi pembuatan parit sehingga umat Islam bisa memenangkan
peperangan.
4.
Disiplin dalam rencana
Ketidak
disiplinan dalam perencanaan bisa berakibat fatal. Ingat pepatah bijak “Gagal
merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan”. Kalau kita cermati kisah
perang uhud, maka dapat diambil ibroh bahwa sesungguhnya yang menyebabkan
kekalahan umat islam ketika itu adalah pasukan pemanah yang dipersiapkan untuk
berjaga-jaga di bukit uhud tidak disiplin meninggalkan posisinya karena
ghonimah perang yang ada di bawah bukit sehingga musuh yang hampir kalah malah
menyerang balik.
5.
Sempurna dalam beramal
(itqon=profesional)
Sebaiknya
kita menyelesaikan satu masalah dulu baru berganti ke masalah yang lain.
6.
Tentukan skala prioritas
Imam Hasan Al Banna
mengatakan “Sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”,
jadi suatu hal yang penting bagi kita untuk menentukan skala prioritas dalam
pelaksanaannya dimulai dari penting & mendesak, tidak penting tapi
mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak.
Tapi jangan pula kita membenturkan sesuatu yang seharusnya tidak berbenturan.
Sumber : http://taattebarmanfaat.blogspot.com/ diakses 14 November 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar