Senin, 14 November 2016

Menejemen Waktu menurut Islam


Dalam Islam waktu adalah suatu hal yang penting, mengapa? dalam surat Al ‘Ashr ayat 1-3 Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ◌
اِنَّ الْاِ النْسَانَ لَفِي خُسْرٍ◌
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَا صَوْا بِالصَّبْرِ ◌

Artinya :
 1. Demi masa.
               2. Sesungguhnya manusia itu benar – benar dalam kerugian,
   3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atasmenunjukan betapa pentingnya memanfaatkan waktu . Selain itu dalam hadits Nabi SAW. berpesan agar kita manfaatkan 5 masa/waktu : “Masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum mati” (HR.Al-Baihaqi). Dalam aturan-aturan ibadah mahdoh seperti sholat, puasa, zakat, dan haji terdapat penekanan waktu. Karena itu penting bagi generasi saat ini untuk pandai-pandai dalam mengatur waktu. Pepatah Arab mengatakan “ waktu bagaikan pedang” maksudnya orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan maksimal akan kecewa dan celaka bagaikan terpenggal oleh pedang karena waktu yang telah berlalu tidak akan terulang.

Banyak cara untuk mengatur waktu untuk generasi muda supaya lebih bermanfaat. Bahkan Rasulullah dan sahabatnya telah mencontohkannya seperti:
1.      Rasulullah : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!!
2.      Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
3.      Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)
4.      Anas bin Malik : Pelayan rasulullah sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.
5.      Dan masih banyak lagi
Berdasarkan contoh diatas terbukti jika kita dapat memanfaatkan waktu maka beruntunglah kita. Seperti pepatah arab yang artinya “ waktu adalah emas”.
Ada banyak cara untuk generasi muda saat ini dalam mengatur waktu. Berikut ini diantaranya:
1.      Membuat target dan perencanaan
Tulislah target jangka pendek dan jangka panjang, selalu manfaatkan waktu luang misalnya saat dalam perjalanan selalu bawa buku atau/dan Al Quran. Pada saat perang Khandaq, Rasulullah membuat strategi pembuatan Parit yang sangat terencana sehingga bisa selesai tepat waktu.

2.      Mempersiapkan rencana cadangan
Ingat!!! Manusia hanya bisa merencanakan, dan mutlak Allah sajalah yang berhak untuk menetukan. Ketika perang mu’tah, Rasulullah menunjuk 3 orang panglima perang untuk bersiap-siap. Jika panglima pertama syahid maka akan digantikan panglima kedua, dst.

3.      Program yang dibuat dalam mencapai target harus realistis, terukur dan adil
Target boleh melangit tapi program mesti membumi. Adil dalam artian tidak merugikan orang lain. Saat perang Khandaq, umat islam yang jumlahnya hanya 3 ribu harus mengalahkan pasukan romawi yang jumlahnya 10 ribu. Jika dipikir secara logika mungkin hal itu hanyalah sebuah mimpi, namun dalam pelaksanaannya tetap membumi yakni dengan strategi pembuatan parit sehingga umat Islam bisa memenangkan peperangan.


4.      Disiplin dalam rencana
Ketidak disiplinan dalam perencanaan bisa berakibat fatal. Ingat pepatah bijak “Gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan”. Kalau kita cermati kisah perang uhud, maka dapat diambil ibroh bahwa sesungguhnya yang menyebabkan kekalahan umat islam ketika itu adalah pasukan pemanah yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga di bukit uhud tidak disiplin meninggalkan posisinya karena ghonimah perang yang ada di bawah bukit sehingga musuh yang hampir kalah malah menyerang balik.

5.      Sempurna dalam beramal (itqon=profesional)
Sebaiknya kita menyelesaikan satu masalah dulu baru berganti ke masalah yang lain.

6.      Tentukan skala prioritas
Imam Hasan Al Banna mengatakan “Sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”, jadi suatu hal yang penting bagi kita untuk menentukan skala prioritas dalam pelaksanaannya dimulai dari penting & mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak. Tapi jangan pula kita membenturkan sesuatu yang seharusnya tidak berbenturan.

Sumber : http://taattebarmanfaat.blogspot.com/ diakses 14 November 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar